Sola Pembayaran Digital tujuannya untuk mempermudah transaksi biar tidak ribet, misalnya bayar dengan nominal yang pas. Kalau Cash kan sering ada kembalian, apalagi jaman sekarang Gen Z pada gengsi ngantongin uang receh. Semua untuk efisiensi, fleksible dan cepat (tinggal scan beres).
Permasalahan sekarang mulai muncul lagi gan, dimana para penjual ini membebankan admin. Admin yang dibebankan bervariasi, mulai dari 1000 rupiah atau berapa persen dari jumlah transaksi, dengan dalih nanti kalau masuk ke rekening penampungan akan ada settlement berapa rupiah gitu atau ada admin berapa persen ketika penjual ingin withdraw uang di rekening tadi. Praktik ini sebenarnya sudah dilarang, karena ada aturan tertulisnya PBI No. 23/6/PBI/2021 Pasal 52 tegas menyebut merchant tidak boleh membebankan biaya tambahan kepada konsumen atas biaya yang dikenakan penyedia jasa pembayaran kepada merchant. Pelanggaran terhadap pasal ini dapat dikenakan sanksi berupa teguran, surat peringatan, hingga penghentian kerja sama. Namun para penjual ini masih banyak yang tidak teredukasi, ikut ikut karena dianggap wajar atau bahkan ada juga yang sengaja bikin orang ogah bayar digital supaya transaksi tetap dominan tunai dan tidak tercatat detail, pun kalau kita menolak dengan menunjukan pasal tersebut dan kita laporkan ke PJP/acquirer yang namanya biasanya tertera di QRIS dengan alasan ada biaya tambahan/pungutan lain nanti timbul perdebatan batin lagi, "kok kita tega ya nglaporin usaha kecil ini karena masalah ginian". Di lain sisi juga kalau tidak ada edukasi terus menerus hal seperti ini akan menjadi kebiasaan yang tidak akan bisa berubah. Tempat saya bekerja, sampingnya ada warung kecil jual rokok dan jajanan, khas warung samping kantor lah yang menjual rokok, kopi, & snack kecil, yang saya salut adalah ketika kita bayar dengan QRIS dia tidak membebankan biaya tambahan, bahkan sekedar beli kopi Rp5000 kita bayar QRIS dia tidak protes, soalnya saya pernah ketemu di warung madura yang untuk membayar QRIS dia kasih minimal pembelian Rp10.000.
Dilain sisi QRIS sangat membantu bagi orang orang yang males pegang cash, tapi juga kadang ada satu sisi dilema dimana ada beberapa penjual yang suka membebankan biaya admin tersebut. Ada satu lagi permasalahan QRIS ini, yang saya sering rasakan adalah ketika beli Fore di outlet yang hanya take away, dia hanya cashlesh (Debit, & QRIS), permasalahannya adalah dia sama sekali tidak menerima pembayaran tunai, padahal uang tunai adalah uang yang sah yang dapat dipergunakan untuk jual beli. Gimana pendapat temen-temen untuk model toko yang hanya menerapkan cashless?