Btw, harga dollar kembali naik melampaui harga psikologis 18,100+. Padahal dari pertengahan Juni sampai awal juli kemaren harga masih stagnan di 17,800-18,000.
Sudah dari tanggal 8 Juli kemaren harganya mapan di atas 18.000. Bahkan sudah sempat sampe ke 18.158.
Entah kenapa ini terjadi, apa mungkin karena AS yang membatalkan gencatan senjata dengan Iran atau karena hal lain?
Jangan menyalahkan pembatalan gencatan senjata, bukan itu alasan utamanya. Toh di negara lain, itu tidak terlalu berimbas dengan nilai tukar mata uang mereka terhadap dollar. Ini masalah utamanya terkait hal internal di negara kita.

Kenaikan ini seharusnya tidak dibiarkan begitu saja, karena bisa jadi ini jadi titik awal untuk kembali membentuk harga terbawah baru misal ke angka 19,000 atau 20,000.
Pemerintah pasti bilang sudah berupaya semaksimal mungkin, cuman kita gak tau apa itu memang solusi yang seharusnya atau bukan. Toh sudah menaikkan suku bunga BI, sudah membatasi pembelian dollar, dan sebagainya.
BTW biarin aja Om ke 20.000. Kan ente bisa dapat cuan banyak.

Yups, orang desa mah gak pake dollar, tapi nanti juga kaget kok tiba-tiba barang di desa pada naik semua. Mereka bingung padahal gak pake dollar buat belanja.
Realitanya memang begitu. Dollar naik, ekspor barang-barang dari luar lebih mahal. Sudah jelas harga produk-produknya naik.