
Entah kenapa perbedaan pair USD-IDR beda ya?, Kalau di exchange crypto gak nyampe 18K, tapi kalau di exchange fiat konvensional malah lebih dari 18K. Bagi yang trading USDT di crypto exchange sih lumayan juga perbedaannya, kalau modal di atas 500 jutaan dan 4x putaran sehari bisa dapat 500-an ribu (sudah dipotong pajak).
jika meneku saat ini pandai menjilat presiden, artinya purbaya yang akan berencana memangkas MBG menjadi musuh? namun jika purbaa menjadi musuh karena tidak mau menjilat, namun di eranya kenapa Purbaya disalahkan karena USD ke 18K? ini yang mengganjal saya. apakah serangan terhadap Purbaya waktu itu hanya untuk melempar dia atau memang dia gak becus? sedangkan di era Sri Mulyani juga rupiah anjlok berkali-kali namun respon warga dan netizen tidak seperti di era Purbaya. Bukan untuk mendewakan Purbaya atau pro terhadapnya, namun sebagai orang awam saya merasa bingung dengan perbedaan perlakuan netizen terutama terhadap 3 menkeu berbeda. seakan-akan ketika dollar tembus 18K sebelumnya adalah salah 1 orang. gitu. Sri Mulyani diboikot karena hoax AI, bukan karena dollar naik dieranya.
Ya kemungkinan besar Purbaya ini paham betul bagaimana perekonomian indonesia ke depan jika program MBG dan KMDP ini tetap berlanjut. Sekarang saja sudah kelihatan gimana sulitnya ekonomi kita tumbuh karena APBN berputar hanya di MBG saja. Beda kalau APBN berputar di semua sektor pasti pertumbuhan ekonomi akan growing.
Namun karena Purbaya ini melenceng dari program, maka digeserlah dia ini, dan orang yang dananya mentok dulunya jadi girang sekarang.
Keungan Indonesia sekarang dari segala sisi dipukul oleh investor investor luar, lalu dampak karhutla polusi udara dimana mana jadi kotor, berbagai negara tetangga yang kena imbasnya Malaysia dan singapura yang katanya bahkan akan membawa ke meja international. Indonesia benar benar dalam tekanan membuat hubungan diplomatik jadi negatif, keuangan makin merosot tajam, BBM di beberapa daerah naik, antrian panjang di SPBU makin tak terbendung.
Ini gimana ceritanya kita bisa bertahan?
Kalau zaman presiden dulu itu karhutla itu sangat ditekankan, sampai2 jika masih ada api, maka kapolda, pangdam, kapolres, kapolsek akan dipecat. Program modifikasi awan juga sangat sering dulu itu. Tapi sekarang, karena modifikasi awan bisa bikin hujan, maka tidak dipakai (karena memang hutan harus dibakar dan diganti sawit guna B50)