Ya, kalau semua budi baik sudah terbalaskan, mungkin prabowo akan memikirkan itu. Kasus Dadan ini sebuah tamparan keras (penghianatan) kepercayaan. Prabowo jelas benci sekali sama penghianatan, bisa-bisa orang-orang Dadan akan dibersihkan semua dari MBG.
Budi baik? Mungkin yang ente maksud balas budi. Kalau nepotisme atau kongkalikong (dengan segala cara) menjadikan seseorang untuk menjadi presiden, kayaknya tidak termasuk ke "budi baik". Sebenarnya point utamanya ini bukan penghianatan Dadan, tapi penghianatan semua pejabat ke rakyat. Termasuk pemimpinnya. Mustahil kalau pemimpinnya tidak tau kalau MBG ini jadi ladang korupsi. Yang paling mungkin memang disengaja dulu dapat jatah, kemudian setelah selesai gantian dengan yang lain. Cara berhentinya dibuat seakan-akan Probowo dikhianati. Ya drama seperti ini bukan kali pertama terjadi, ini kayak ibarat lagu lama yang diputar kembali.

Sepertinya susah untuk hal semacam ini. Karena, sekarang saja yang ditunjuk sebagai pengganti dadan adalah Nanik Sudaryati Deyang, yang notabene sebelumnya merupakan wakil BGN. Jadi, tidak mungkin beliau tidak memahami kondisi dana pa yang dilakukan oleh Dadans ebelumnya, karena emreka ada dalma satu lingkaran.
Ya, itu masih satu kolam yang sama. Harusnya Nanik ini juga masuk dalam list pemeriksaan karena statusnya wakil BGN. Masa iya tidak ada aliran dana masuk ke wakilnya. Anak SD saja bisa mikir ke arah sana, aneh aja kalau malah diangkat jadi ketua BGN saat ini. Dari keterangan BAP Sony, nama Nanik ini jelas disebut masuk daftar yang menerima aliran dana. Ya namanya juga satu circle, gak mungkin gak dapat jatah.
-
https://www.msn.com/id-id/berita/other/bap-sony-sanjaya-bocor-nanik-s-deyang-masuk-daftar-26-nama-yang-disetor-ke-penyidik/ar-AA25pEpSYa bener pelajaran buat kita, tapi apalah daya walaupun kita tau tapi kita bisa apa kalo kedepannya pemerintah masih bikin program2(proyek) model kek gini?
Mau protes, kritik, atau usul pun kemungkinan besar cuma dicuekin atau malah lebih ngenesnya sang ketua cuma bilang "nyinyir nyinyir" sambil mulutnya manyun2 wkwkwk.
Susah kalo dinegri ini mau liat yang namanya "transaparansi publik" dari apa yang dilakukan para petinggi2 dengan kebijakan2nya.
Pelajarannya jangan asal milih pemimpin ya?

Betul, cukup berat untuk menyampaikan protes saat ini. Demo pun, kena blok TNI (bukan cuman Polisi). Kalau bersuara di sosmed, takut kena culik atau disiram air keras. Pelakunya orang terdidik, jadi lebih sulit diantisipasi. Ya beginilah kurang lebih titik terendah bangsa ini setelah sekian tahun merdeka.