Beberapa alasanku adalah karena, menggunakan exchange terlalu ribet, dan memakan biaya yang lumayan banyak. Sehingga, aku perlu memikirkan cara untuk menekan biaya, dan mengoptimalkan perolehan keuntungan. Selain itu, aku juga bisa memberikan layanan yang dapat bersaing sehat, dengan menurunkan biaya terhadap pelanggan. Aku juga yakin Bitcoin sudah semakin dikenal warga Indo, dan kemungkinan penukaran kripto (termasuk Bitcoin) akan semakin dibutuhkan pasar kedepannya. Saat ini penukaran secara online saja sudah lumayan ramai, jadi aku rasa tidak ada salahnya mencoba membuka jasa layanan secara fisik, atau mungkin akan mencoba keduanya sekaligus.
Bagus juga idenya, namun apa masih perlu kyc?. Karena saat ini, exchange2 model beginian pada minta ktp jika mau nuker crypto, paypal, dll.
Kalau untuk exchange online sih menurut saya tidak masalah, karena banyak yang sudah berpengalaman memakainya, tapi kalau offline, bertemu face to face, ini mungkin baru kali ini. Misal saya mau nuker btc ke idr, maka saya akan ke rumah ente, lalu ngirim btc ke wallet sampeyan, dan IDR-nya sampeyan kasih ke saya dalam bentuk cash.
Ya kalau deket, dan tetanggaan, gak masalah, tapi kalau beda kota, ribet di ongkos.