Kalau melihat dari thread Mas Husna terkait ketentuan penggunaan AI seharusnya pemakaian GTransalte tidak apa-apa karena yang kita tuangkan masih orisinil pemikiran kita sendiri.
maaf mas, saya akan sedikit menjelaskan mengenai hal ini, kebetulan dulu pernah membaca sekilas tentang teknologi di balik Google Translate. Sebelum masuk ke situ, saya mungkin akan membenarkan bahwa awal dari tulisan mas adalah hasil pemikiran dan karya sendiri, tetapi itu adalah ketika tulisan tersebut masih berupa bahasa Indonesia. Ketika mas sudah masuk ke mesin penerjamah, hasil pemikiran itu berubah menjadi pemikiran
machine learning ataupun AI karena sudah diolah oleh sistem. Sistem yang dibangun oleh platform penerjamah ini disebut dengan Neural Machine Translation (NMT), ini yang kemudian mengubah hasil dari terjemah lama (sebelum era AI) ke hasil terjamah saat ini. Karena NMT ini sudah ada sistem AI yang diimplementasikan untuk memprediksi dan membuat kalimat dari terjemahan.
saya masih ingat betul ketika saya menerjemahkan "Salah mencetak goal" hasilnya adalah "Wrong scored a goal" ini karena sistem masih menerjemahkan kata per kata. Di era itu ada banyak sekali kelucuan dari hasil translate karena belum ada NMT pada sistem. Mungkin mas masih bisa menemukan arsip artikel kelucuan hasil terjemahan Indonesia ke Inggris pakai Google Translate versi jadul.
Dan saat ini, hampir semua sudah menggunakan NMT tidak terbatas pada Google Translate, namun juga translator online lainnya seperti Deepl, Amazon, Bing/Microsoft dan lainnya. Itulah mengapa pada akhirnya walaupun hasil pemikiran sendiri yang kita ketik dalam bahasa Indonesia ke dalam mesin terjemahan akan berubah terdeteksi sebagai AI. Jika mas tidak keberatan, mas bisa mencopy satu atau beberapa post yang ada di thread ini, dari member lain, kemudian terjemahkan menggunakan mesin translator khususnya Google Translate ke bahasa Inggris, saya yakin akan kedapatan setidaknya beberapa persen hasil AI. Mungkin tidak semuanya akan terdeteksi AI, tapi mas akan menemukan beberapa diantaranya hasil terjemahan ke Inggris dari Google Translate akan terbaca hasil AI.
maka dari itu, sangat dianjurkan setiap kali menggunakan mesin translator, mas harus mengubahnya secara manual agar kalimatnya tidak prediktif seperti kebiasaan dari AI. karena juri fokusnya adalah terhadap posting yang terdeteksi AI, mau bagaimana pun alasannya sekecil apapun itu persentasenya, bukan tidak mungkin akan tetap dianggap sebagai konten hasil AI. APakah itu fair bagi kita? tentu tidak. maka dari itu, sebagai tindakan pencegahan, setiap kali diterjemahkan menggunakan translator, di sunting dulu, sesuai dengan kemampuan bahasa inggris kita.
note: saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut mengenai NMT, silakan lakukan pencarian baik dalam artikel maupun jurnal-jurnal online yang mungkin dapat menjelaskan lebih baik daripada saya. silakan koreksi saya jika ada kata2 atau istilah yang salah karena keterbatasan pengetahuan saya.jadi, pada akhirnya hasil pemikiran mas yang dalam bahasa Indonesia ini tidak lagi dianggap hasil pemikiran sendiri karena kalimat yang digunakan oleh mesin penerjamah itu adalah hasil dari AI. dan mas tidak bisa membuktikan kalau itu hasil pemikiran mas lagi, mengingat itu sudah diproses AI dan ditambah ada persentase hasil terjemahan yang terdeteksi AI, sehingga keputusan juri menganggap mas ini membuat post dari hasil AI. kemungkinan terbesarnya adalah itu mas.