Saya meralat pernyataan tentang poin ketiga karena informasi ini terbukti hoax dan sudah ada kejelasan langsung dari pemerintah bahwa penujukan Haji Isam sebagai Koordinator penanganan kebakaran itu tidak benar, meskipun dalam statement nya dikatakan bahwa semua pihak memang diminta untuk membantu penanganan ini.
Istana Luruskan Isu Prabowo Tunjuk Haji Isam Pipmpin Pemadam Kebakaran
Titik api seharusnya sudah kelihatan dengan cepat dari citra satelit, tapi punya satelit ga? Kalau punya, satelitnya punya teknologi tsb ga? Lalu pusat komando dengan sigap mengirim damkar ke lokasi titik api untuk memadamkan. Pesawat-pesawat dan helikopter pemadam meluncur dari pangkalan udara terdekat. Ngimpi?
Daripada duit dihabiskan untuk MBG & KDMP, mending dipakai buat damkar saja, jelas lebih banyak manfaat bapaks-bapaks satu ini. Salah satu aparat pemerintah yang ane paling respek wkwkw
Nah ini, kita mampu untuk menggelontorkan dana besar bahkan ratusan triliun untuk projek yang gajelas tetapi tidak sanggup untuk membeli pesawat amfibi yang kisaran nya berada di 450 juta-700 juta per unitnya

Padsahal dengan kondisi hutan di negara kita serta kasus kebakaran yang selalu ada di hutan Indonesia ini berulang hampir setiap tahun tetapi masih belum ada kondisi dimana tanggap awal untuk dijadikan
concern terhadap hal ini.
Dalam praduga yang terjadi untuk mencari siapa pelakuknya beberapa orang mengaitkannya dengan pemain-pemain besar, beberapa orang juga mengomentari bahwa ini adalah bentuk aksi yang di lakukan oleh para mafia atau kelompok yang bersinggungan dengan pemerintahan Prabowo, banyak sekali spekulasi liar dan kita tidak tahu jawaban aslinya yang mana, kita harus benar-benar memiliki bukti yang kongkrit dalam menilai siapa yang patut di salahkan atas insiden ini, kita perlu meninjau terus keberlangsungan investigasi yang di lakukan oleh yang berwajib.
ane rasa ada yang memang membuat sengaja, tapi dari 72 orang itu, mungkin hanya dua atau 4 orang yang bekontekan langsung dengan pihak tertentu sisanya hanya ikut-ikutan karena iming-iming upah.
Sulit mas dan mungkin ini akan tidak jelas nantinya sama seperti praduga yang lain karena bisa saja memang tuduhan ini tidak berlaku atau memang sengaja di tutupi sama seperti sebelumnya. Kita ambil contoh kasus sawit yang di riau saja yang berjuta-juta hektar itu situasinya hampir mirip karena perkebunan sawit itu sebagian besar tanahnya adalah alih fungsi dari pembakaran baik disengaja atau tidak

kasus ini pun bisa jadi template seperti yang sudah terjadi dimana nantinya alih fungsinya bukan di reboisasi tetapi dijadikan kebun sawit.
1. Tanggung jawab utama harusnya ada di pemerintah karena gagal mengantisipasi potensi kebakaran. Sudah tau kemarau panjang, harusnya ada antisipasi dari jauh-jauh hari. Tapi kalau memang ada oknum yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan, ya sudah selayaknya untuk dihukum.
Ada penambahan untuk beberapa perusahaan terkait jika melihat dari artikel ini
Karhutla di Kalimantan: 6 Perusahaan Disanksi, dari Pembekuan Izin hingga Wajib Pulihkan Lahan setidaknya ada 6 perusahaan yang dikenakan sanksi, PT WEL, PT FI, PT MPK, PT WSP, PT NES dan PT PSR. Saya mencari beberapa informasi terkait mengenai PT ini tetapi temuannya membuat saya semakin traveling da suudzon jadi saya sudahi saja

2. Mungkin Malaysia sudah membuat langkah pencegahan dari jauh-jauh hari. Mereka tau kalau wilayah Kalimantan dan Malaysia masih didominasi pepohonan hijau. Jadi mungkin mereka membuat batasan atau jarak tertentu supaya tidak kena imbas walaupun wilayah Indonesia di Kalimantan kebakaran hutan.
Tidak ada informasi jelas disini tetapi menurut beberapa sumber yang saya baca katanya memang perbedaan lahan gamut yang bisa dijadikan sebagai alasan kuat saat ini karena untuk masalah kondisi hutan maupun kontur tanah itu semuanya hampir sama.
Kenapa Kalimantan Dipenuhi Titik Karhutla, tapi Malaysia Nyaris Tak Ada? Ini Jawabannya3. Yang jelas setidaknya pilih yang punya track record teruji untuk menangani hal ini. Saya kurang paham alasannya Haji Isam ini dipilih. Setau saya dari jejak karirnya, tidak pernah menjabat posisi untuk kasus penanganan bencana alam seperti ini.
Ini sudah saya konfirmasi bahwa berita awal hoax mas, saya juga sudah merevisi utas saya
Hayoloh udah mulai kan

pertanyaan lain yang akan muncul, siapa yang tanam atau bertanggung jawab? Warga masyarakat disana? mungkin iya tetapi untuk kasus warga seharusnya ini hanya beberapa petak jika nantinya tumbuh ribuan atau jutaan hektar rasanya tidak mungkin

Tapi kita hanya harus melihat dan menunggu nantinya akan seperti apa untuk proses penumbuhan kembali hutan di kalimantan. Akan sangat tidak lucu jika Kalimantan yang selalu dikenal sebagai paru-paru dunia itu rusak hanya karena beberapa yang akan selalu disebut oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah sudah menganggarkan sekitar 5 triliiun untuk penanganan kebakaran ini dan kata Purbaya sebagai Menkeu dana tersebut sudah bisa dicairkan BNPB, selain itu Pemprov Kalimantan tengah juga sudah menyiapkan dana segar 100 miliar untuk hal yang sama. Semoga saja ini menjadi hal yang baik dan tepat dari segi sasaran.
Pemerintah Siapkan Rp5 Triliun Tangani Karhutla Kalimantan .
Pemprov Kalteng Siapkan 100 Miliar Untuk Penanggulangan KARHUTLA