Mungkin pengaruh dari kurikulum kali ya, jadinya ga pengen proaktif ngajarin hal kaya gini. Beda kasus kalau konteksnya di klub atau komunikasi non-formal mungkin. Ane ga punya interaksi langsung dengan kondisi pendidikan sekarang sih, cuma dari kakak dan ruang kerjanya sepertinya beberapa teman mereka juga kenal Bitcoin, walau cenderung lebih ke aset untuk menggandakan kekayaan. Setidaknya dari sini kelihatan kalau "edukasi" yang bersebaran di internet kemungkinan besar lebih sering ketemu yang bias atau sebaliknya (cenderung disbelieve sampe nge-FUD).
Kalau dari pengalaman ane yang dulu ditugasi ngasi pelatihan tentang ini, memang ada kesulitan mencari materi, yang ketemu adalah materi shiller kalau belum terlalu dalam menggali internet.
Ketemu forum Bitcoin pun malas rasanya untuk join karena tampilannya burik sekali dan mana tahu kalau komunitasnya aktif dengan sekali lihat.
Kalau dulu masih banyak konten yang ideologi macam unbanked, libertarian, barulah ke tokenomics. Whitepaper masih menjadi bahan yang bagus dan tidak memberikan konsep yang menyebut harga. Kalau sekarang keknya lebih banyak sebut harga.
Seharusnya AI sekarang bisa sangat membantu, cuma tergantung juga framing pertanyaannya. Entah tenaga pengajar itu akses AI atau tidak, riset mendalam atau tidak, ataukah hanya baca berita dan lihat tv. Yang kek gini "Uang terbaik dalam sejarah manusia" & "ga, kamu ga telat untuk punya Bitcoin" keknya menandakan itu dibikin siswa, atau memang pengajar tidak riset.