Selain itu, dengan adanya literasi ini secara tidak langsung negara kita sudah mulai mengikuti beberapa negara lain yang sudah memperkenalkan bitcoin untuk usia sekolah karena sebelumnya sudah ada El Savador, New Zeland dan Skotlandia yang sudah melakukan ini lebih dulu.
Kayaknya belum semirip itu juga. Pengenalan Bitcoin ini mungkin saja bukan inisiatif dinas pendidikan tapi cuman inisiatif panitia atau pemateri di event tersebut. Jadi belum bisa dibandingkan dengan negara lain yang memang sudah ada instruksi untuk pengenalan Bitcoin secara masif.
Waduh kok ga ada disclaimer ini ibu-ibu, padahal ada klaim yang tidak aman
"Uang terbaik dalam sejarah manusia" -> kek peramal dan terlalu marketing
"ga, kamu ga telat untuk punya Bitcoin" -> terlalu marketing juga
Ya, disclaimer ini wajib. Bahaya kalau taunya cuman dari potensi profit tok. Gak semua orang ngulik sisi resikonya, apalagi ini peserta eventnya anak SMP. Kalau dari awal pemahamannya sudah salah, ujung-ujungnya cuman jadi korban investasi crypto. Itu guru harusnya tetap ngasih penegasan kalau Bitcoin tetaplah aset beresiko tinggi walaupun punya potensi cuan yang terbilang tinggi.
Selain klaim-klaim yang tidak aman tsb (kecuali nanti dijelaskan dengan benar) ane rasa ini sangat positif untuk pembelajaran. Harapan ane framingnya untuk edukasi itu lebih netral dan mengedukasi/teknikal, bukan bahasa marketing, meskipun ya ini levelnya sepertinya masih SMP jadi belum bisa terlalu dalam.
Setuju, mending arahnya ke pemahaman dasar secara historis dan teknikal. Tambahannya mungkin diperkenalkan sedikit tentang adopsi di RL dan perkembangannya hingga saat ini. Sampai situ aja kayaknya cukup untuk level baru SMP.
Tema event ini adalah literasi atau membaca. Mungkin maksud guru-guru tersebut mengenalkan secara singkat tentang bitcoin itu supaya anak-anak penasaran, lalu mulai mempelajari atau membaca tentang seluk-beluk Bitcoin. Tapi ya narasi di sana kayaknya tentang "uang" sehingga lebih menekankan ke hal-hal trading dan investasi sehingga butuh disclaimer yang lebih jelas tentang bahaya (kerugian) jika anak-anak masuknya ke sana.
Ya, targetnya mungkin cuman pengenalan salah satu potensi untuk investasi masa depan. Tapi salah juga kalau memang anak-anaknya ditrigger seperti itu tok dan akhirnya mereka cari tau sendiri dari sumber yang tidak kridibel. Alangkah lebih baik kalau mengenalkan sesuatu secara utuh walaupun tidak mendetail. Apapun itu tentu tetap butuh disclaimer supaya tidak salah pemahaman. Nanti disangka kayak judi yang tidak perlu skill terus tiba-tiba bisa jadi kaya. Toh banyak yang masih berpikir seperti ini.