Konoha baik-baik saja, itulah tagline Raffi Ahmad dkk, namun data tidak bisa boong.
Raffi dkk itu tangan kanannya pemerintah, sudah pasti tidak akan menunjukkan fakta. Makanya jangan pernah percaya ke perwakilan pemerintah.

Berikut data yang menarik dari Katadata:
* 91% punya utang aktif
* 25,7% utangnya 20jt+
* 80% pernah telat bayar
* 38,2% telat bayarnya 4x+
* 51% penghasilan bersih <75K/hari, artinya katakanlah kerja 6 hari/minggu sebulan cuma dapat <1,95jt
* 85,7% utangnya dipakai untuk mencukupi kebutuhan
Paling banyak utang untuk, mencukupi kebutuhan sehari-hari, bayar cicilan motor, hp
Jadi sudah parah sih ini nyicil motor buat ojol, dapatnya cuma dikit, banyak kena pinjol pula (43,27%).
Intinya ojol pendapatannya minus dibanding dengan kebutuhan hariannya. Parahnya lagi ongkos operasional dipersulit dengan makin rumitnya masalah BBM. Bakal makin kacau pendapatan ojol kalau sampe pertlaite naik.

Kalau dilihat dari cicilannya, itu memang untuk kebutuhan prioritas. Sayangnya mereka kayak maksain jadi ojol dengan beli motor pake cara nyicil. Apa gak bisa ini ada bantuan dari pihak platformnya untuk jalur pinjaman ramah? Mungkin pemerintah bisa negosiasi dengan pihak platformnya kalau mau meringankan nasil para ojol. Daripada mereka kejebak pinjol, lebih baik ada opsi pinjaman ramah dari platform nya kan?
Survei ini dilakukan oleh IDEAS bersama Great Edunesia dan Dompet Dhuafa dengan 531 responden dari 531 driver ojol. Jadi cukup besar datanya dan cukup tersebar. Entah itu bisa digunakan untuk menggeneralisasi populasi, ane tidak tau metodologinya. Kata AI sih mungkin bisa kalau metodologinya tepat, tapi tidak tau karena tidak disebutkan.
Ini kondisi yang mengerikan kalau benar sampelnya merepresentasikan populasi. Maksudnya, 531 sampel itu kalau dibandingkan 7jt populasi tentunya sangat riskan skew/bias-nya. Bisa jadi sampel itu adalah driver ojol yang tidak sukses, mungkin saja ada driver yang sukses? Bisa jadi sampel juga kebanyakan adalah driver ojol paruh waktu? Jadi tidak bisa diambil kesimpulan dengan data ini.
Ya angka 531 memang banyak, cuman ini sample di ambil dari daerah mana saja. Toh kalau ada daerah yang kebutuhan ojolnya tinggi, kemungkinan tidak separah itu pendapatannya. Ya, bisa jadi juga beberapa sample cuman ojol paruh waktu yang hanya untuk mendapatkan tambahan pemasukan bulanan. Jadi tidak bisa disimpulkan kalau data mewakili nasib ojol secara global.