Bitcoin Forum
November 06, 2026, 12:41:39 PM *
News: Latest Bitcoin Core release: 32.1 [Torrent]
 
   Home   Help Search Login Register More  
Pages: [1]
  Print  
Author Topic: 91% Driver Ojol Punya Utang, 80% Pernah Telat Bayar  (Read 70 times)
This is a self-moderated topic. If you do not want to be moderated by the person who started this topic, create a new topic.
mu_enrico (OP)
Copper Member
Legendary
*
Offline

Activity: 3234
Merit: 2526


Slots Enthusiast & Expert


View Profile WWW
November 04, 2026, 03:48:59 PM
Merited by bering (1)
 #1

Konoha baik-baik saja, itulah tagline Raffi Ahmad dkk, namun data tidak bisa boong.
Berikut data yang menarik dari Katadata:
* 91% punya utang aktif
* 25,7% utangnya 20jt+
* 80% pernah telat bayar
* 38,2% telat bayarnya 4x+
* 51% penghasilan bersih <75K/hari, artinya katakanlah kerja 6 hari/minggu sebulan cuma dapat <1,95jt
* 85,7% utangnya dipakai untuk mencukupi kebutuhan

Paling banyak utang untuk, mencukupi kebutuhan sehari-hari, bayar cicilan motor, hp
Jadi sudah parah sih ini nyicil motor buat ojol, dapatnya cuma dikit, banyak kena pinjol pula (43,27%).

Survei ini dilakukan oleh IDEAS bersama Great Edunesia dan Dompet Dhuafa dengan 531 responden dari 531 driver ojol. Jadi cukup besar datanya dan cukup tersebar. Entah itu bisa digunakan untuk menggeneralisasi populasi, ane tidak tau metodologinya. Kata AI sih mungkin bisa kalau metodologinya tepat, tapi tidak tau karena tidak disebutkan.

Ini kondisi yang mengerikan kalau benar sampelnya merepresentasikan populasi. Maksudnya, 531 sampel itu kalau dibandingkan 7jt populasi tentunya sangat riskan skew/bias-nya. Bisa jadi sampel itu adalah driver ojol yang tidak sukses, mungkin saja ada driver yang sukses? Bisa jadi sampel juga kebanyakan adalah driver ojol paruh waktu? Jadi tidak bisa diambil kesimpulan dengan data ini.

Bagaimana menurut agan, apakah ini cocok dengan kondisi di sekitar agan? Ataukah memang bias.

││BK8?│ 
.....OFFICIAL SPONSORSHIP.....
 
Burnley Football Club
BK8 Gresini Racing MotoGP
███████████████████████████
███████████████████████████
███████████████████████████
█████████▀▀██▀██▀▀█████████
█████████████▄█████████████
████████▄█████████▄████████
█████████████▄█████████████
█████████████▄█▄███████████
██████████▀▀█████████████
██████████▀█▀██████████
▀███████████████████▀
▀███████████████▀
█████████████████████████
▄███████████████████████████▄
█████████████████████████████
█████▀▀█▄▄▄▄▄▄▄█▄▄▄▄▄▄▄██▀███
███▀██▄██▄▄▄██▄▄▄▄▄▄███▄▄████
████▄▄▄▄▄▄▄▄▄████████▄▄▄█████

██████▀██████████████████████
████▀▄█▄███▀▀▀▀█████████▀▀▄▄▄
██▀▄█▀▀░▄▄▄████▄▄▀▀▀▀▀▀▄██▀▀░
▀▄██████▄▄█████████████▀▀░░░░
░▀▀▀██████████████████▀░░▄▄▄▄
▄█▀▀██▄▀████████████▄██▄███▀▀
▀▄███▄▀█░████████████████████
█████████████████████████
.
..PLAY NOW..
atookz
Full Member
***
Offline

Activity: 666
Merit: 219


AntiSwap.io - NO AML/KYC EXCHANGER MONITORING


View Profile
November 04, 2026, 04:38:42 PM
 #2

Wahh klo saya pikir 531 responden itungannya banyak juga yaa gan. Cuman survey ini kan melibatkan Dompet Dhuafa yaa gan, klo saya boleh berspekulasi bisa aja respondennya yang datang dari jaringan komunitas yang emang membantu driver yang lagi kesulitan, dan bisa wajar klo hasilnya condong ke kondisi yang lebih susah. Tapi masih spekulasi saya yaa gan ini hehe.

Cuman terlepas dari apapun itu, angkanya masuk akal juga sihh gan. Sedikit cerita nihh gan, klo pas saya lagi pesen grab dan saya tanya2 langsung ke driver emang banyak yang cicil kayak motor dan hp buat kerja, jadi 91% punya utang yaa ada benernya sihh. Yang mengkhawatirkan 85,7% utangnya buat kebutuhan, 80% telat bayar/galbay sama 43% kena pinjol. Itu tanda arus kas tipis nahh apalagi pendapatan kotor masih kepotong bensin, servis, kuota, parkir dll.

Apalagi sekarang ojol udah banyak, otomatis bakalan jadi saingan. Misal pendapatan sehari dibawah 100rb wahh disiplin keuangan aja susah, pemerintah harusnya turun tangan nihh gan harusnya klo dalam masalah ini.

bering
Legendary
*
Offline

Activity: 3094
Merit: 1008


View Profile
November 04, 2026, 05:36:03 PM
 #3

ini memang faktanya bahwa, orang-orang yang perekonomiannya masuk kategori menengah kebawah itu masih banyak yang terlibat hutang dan alasan mereka kebanyakan melakukan itu karena terpaksa.

untuk ojol memang ada sebagian dari mereka yang paruh waktu yang pada dasarnya ojol-ojol ini mempunyai pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mereka ini bisa dibilang ojol yang sukses karena mereka tidak cuma mengandalkan hasil dari ngojol untuk setiap harinya dan bahkan, mereka hanya melakukannya di waktu senggang saja.

memang mayoritas tujuan orang jadi ojol karena terhimpit beban ekonomi atau susah mencari kerja alhasil, menjadi ojol menjadi opsi utama buat mereka dan karena tidak punya uang untuk membeli motor maka, kredit adalah jalan satu-satunya biarpun harus menanggung hutang dalam jumlah banyak untuk jangka waktu tahunan.

faktanya lagi sekarang karena banyaknya persaingan maka penghasilan dari ojol sering kali tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan untuk bayar cicilan motor pun kadang tidak sanggup makanya, disosial media kita sering melihat ada ojol yang motornya disita oleh matel karena keterlambatan pembayaran.
kawetsriyanto
Legendary
*
Online Online

Activity: 3136
Merit: 1191


🧙‍♂️ #kycfree


View Profile
November 04, 2026, 11:08:20 PM
 #4

Konoha baik-baik saja, itulah tagline Raffi Ahmad dkk, namun data tidak bisa boong.
Raffi dkk itu tangan kanannya pemerintah, sudah pasti tidak akan menunjukkan fakta. Makanya jangan pernah percaya ke perwakilan pemerintah.  Cheesy

Berikut data yang menarik dari Katadata:
* 91% punya utang aktif
* 25,7% utangnya 20jt+
* 80% pernah telat bayar
* 38,2% telat bayarnya 4x+
* 51% penghasilan bersih <75K/hari, artinya katakanlah kerja 6 hari/minggu sebulan cuma dapat <1,95jt
* 85,7% utangnya dipakai untuk mencukupi kebutuhan

Paling banyak utang untuk, mencukupi kebutuhan sehari-hari, bayar cicilan motor, hp
Jadi sudah parah sih ini nyicil motor buat ojol, dapatnya cuma dikit, banyak kena pinjol pula (43,27%).
Intinya ojol pendapatannya minus dibanding dengan kebutuhan hariannya. Parahnya lagi ongkos operasional dipersulit dengan makin rumitnya masalah BBM. Bakal makin kacau pendapatan ojol kalau sampe pertlaite naik.  Cheesy

Kalau dilihat dari cicilannya, itu memang untuk kebutuhan prioritas. Sayangnya mereka kayak maksain jadi ojol dengan beli motor pake cara nyicil. Apa gak bisa ini ada bantuan dari pihak platformnya untuk jalur pinjaman ramah? Mungkin pemerintah bisa negosiasi dengan pihak platformnya kalau mau meringankan nasil para ojol. Daripada mereka kejebak pinjol, lebih baik ada opsi pinjaman ramah dari platform nya kan?

Survei ini dilakukan oleh IDEAS bersama Great Edunesia dan Dompet Dhuafa dengan 531 responden dari 531 driver ojol. Jadi cukup besar datanya dan cukup tersebar. Entah itu bisa digunakan untuk menggeneralisasi populasi, ane tidak tau metodologinya. Kata AI sih mungkin bisa kalau metodologinya tepat, tapi tidak tau karena tidak disebutkan.

Ini kondisi yang mengerikan kalau benar sampelnya merepresentasikan populasi. Maksudnya, 531 sampel itu kalau dibandingkan 7jt populasi tentunya sangat riskan skew/bias-nya. Bisa jadi sampel itu adalah driver ojol yang tidak sukses, mungkin saja ada driver yang sukses? Bisa jadi sampel juga kebanyakan adalah driver ojol paruh waktu? Jadi tidak bisa diambil kesimpulan dengan data ini.
Ya angka 531 memang banyak, cuman ini sample di ambil dari daerah mana saja. Toh kalau ada daerah yang kebutuhan ojolnya tinggi, kemungkinan tidak separah itu pendapatannya. Ya, bisa jadi juga beberapa sample cuman ojol paruh waktu yang hanya untuk mendapatkan tambahan pemasukan bulanan. Jadi tidak bisa disimpulkan kalau data mewakili nasib ojol secara global.


ryzaadit
Legendary
*
Offline

Activity: 3374
Merit: 1624



View Profile WWW
November 05, 2026, 07:51:38 AM
 #5

Yha, gimana ojol gak punya pinjol.
Salah satu aplikasi nya aja punya fitur pinjol, yaitu GrabModal Narik yang udah kerja sama dengan Ovo Finance. Integrasi ini, bikin lebih mudah buat mereka untuk melakukan pinjaman karena udah integrasi dengan aplikasi Grabs.



Integrasi pembayaran pinjolnya setiap dapat penghasilan udah langsung di potong untuk bayar pinjol yang diajukan oleh pengemudi. Sebenernya agak-agak kurang etis Grabs ini buka pinjol yang integrasi dengan sistem penarikan. Karena tau sendiri kan aktifitas narik ojol ini salah satu bentuk kerjaan yang memang harusnya diangap sebagai freelance karena penghasilan yang tidak tetap.

Bitinity
Legendary
*
Offline

Activity: 3948
Merit: 1384


View Profile
November 05, 2026, 08:56:43 AM
 #6

Konoha baik-baik saja, itulah tagline Raffi Ahmad dkk, namun data tidak bisa boong.

Ya pastinya sebagai Stafsus dia harus ikutan apa kata pemimpin utamanya Smiley Benar data tidak bisa boong tapi mereka2 bisa berusaha membohongi rakyat dengan jargon2/statement2 yang digembar-gemborkan dimedia melalui influencer2 maupun melalui orang2 bakom ataupun dari para penjilat penguasa.

Bagaimana menurut agan, apakah ini cocok dengan kondisi di sekitar agan? Ataukah memang bias.

Walaupun sample yang diambil cuma 500an tapi saya rasa ini sudah cukup mewakili bahwa kenyataan dilapangan emang kebanyakan seperti itu khususnya buat yang menjadikan ojol ini sebagai pekerjaan utama. Mungkin hasilnya akan beda kalau surveynya dilakukan diawal2 peluncuran ojol beberapa tahun yang lalu tapi kalau untuk saat ini, kebanyakan teman saya yg jd ojol juga lebih sering mengeluhnya daripada bersyukurnya. Mungkin karena emang ditempat saya pengguna jasa ojol tidak sebanyak di kota2 besar.
MArsland
Hero Member
*****
Offline

Activity: 2884
Merit: 821


https://rainbet.com/


View Profile
November 05, 2026, 05:22:57 PM
 #7

Ini kondisi yang mengerikan kalau benar sampelnya merepresentasikan populasi. Maksudnya, 531 sampel itu kalau dibandingkan 7jt populasi tentunya sangat riskan skew/bias-nya. Bisa jadi sampel itu adalah driver ojol yang tidak sukses, mungkin saja ada driver yang sukses? Bisa jadi sampel juga kebanyakan adalah driver ojol paruh waktu? Jadi tidak bisa diambil kesimpulan dengan data ini.

Bagaimana menurut agan, apakah ini cocok dengan kondisi di sekitar agan? Ataukah memang bias.
Betul om kalau dalam dunia perkuliahan ini masuknya metode penilitian kuantitatif kalau gak salah dengan menggunakan sample sebagai tolak ukur. Namun biasanya hanya berlaku untuk wilayah tertentu dan belum tentu dapat sesuai dengan ojol ke seleuruhan. Karena jika kita lihat jumlah pengendara ojol (grab, gojeg, Maxim dll) di Indonesia mencapai 2,5 sampai 3 juta menurut data dari https://www.gotocompany.com/.
531 / 3.000.000) × 100 = 0,0177%
maka sampel sebanyak 531 hanya mewakili sekitar 0,0177% total ojol , jadi belum mewakili setiap daerah masing masing.

Pages: [1]
  Print  
 
Jump to:  

Powered by MySQL Powered by PHP Powered by SMF 1.1.19 | SMF © 2006-2009, Simple Machines Valid XHTML 1.0! Valid CSS!