Bagaimana dengan ijazahnya Prabowo itu sendiri dari Sd sampai SMA nya pun wowo tidak pernah mengenyam pendidikan di negara nya sendiri, baru di tahun 1970-1974 wowo pulang kampung mengenyam Akademi Militer nya. Apakah ini tidak melanggar juga?
Kasusnya berbeda jauh IMO. Yang dipermasalahkan bukan sekolah luar negeri-nya, tapi lulus dan ada bukti kelulusannya tidak.
Pertama, Prabowo itu anak dari Soemitro Djojohadikoesoemo yang merupakan Ekonom kondang legendaris, yang diakui internasional. Umumnya kalau ortunya dari kalangan intelektual, anaknya disekolahin yang bener pula. Bukan jaminan dan bukti kuat, namun paling tidak sudah ada indikasi keluarga terpelajar.
Kedua, menurut biografi, dia lulusnya jelas di sekolah apa, kemudian mendaftar di Akmil. Kalau arsipnya di Akmil masih ada (dan harusnya masih ada), tentu ini mudah sekali ditelusuri. Sekolah SMA pun katanya The American School in London (ASL) yang merupakan sekolah bergengsi yang sekarang masih ada. Bukan jaminan dan bukti kuat, namun paling tidak kronologis ceritanya nyambung. SD - SMP - SMA - Akmil. Sedangkan FUFUFAFA riwayatnya tidak jelas, tidak masuk akal, arsip SMA+ ada di luar negeri jadi sulit mau menelusuri, sekolahnya pun bukan yang top.
Ketiga, terlihat dari kapabilitas intelektual sewaktu muda jauh dibanding FUFUFAFA, pernah jadi anggota pasukan elit khusus pada masanya. Bahasa Inggris pun cas-cis-cus terutama ketika muda, mengindikasikan memang sekolah di luar sana. Hal-hal ini hanya mendukung asumsi kalau Prabowo beneran lulus SMA & punya ijazah.
Ketiga hal diatas masih spekulatif, bukan bukti kuat, namun membuat orang tidak ragu dan malas mempertanyakan. Tapi tidak masalah kalau isu ini kemudian jadi rame dan Prabowo dituntut menunjukkan ijazah SMA-nya, biar adil, sama-sama nunjukin ijazah lalu diteliti forensik.